Minggu, 03 Desember 2017 15:41 WITA

Berwisata, Belajar, dan Makan Kepiting di Crab Park Indonesia

Editor: Almaliki
Berwisata, Belajar, dan Makan Kepiting di Crab Park Indonesia

RAKYATKU.COM, BARRU — Buat Anda penggemar kuliner berbahan dasar kepiting bakau dan mau tahu banyak tentang kepiting jenis ini, serta habitatnya di hutan mangrove atau hutan bakau, tidak salah jika Anda dan keluarga mengagendakan berwisata mengunjungi Crab Park Indonesia (CPI).

Taman Eduwisata ini terletak di Desa Bojo Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. CPI merupakan kawasan penelitian milik Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar, yang baru dikomersialkan pada akhir Oktober 2017 lalu.

Konsultan CPI, Prof. Yushinta Wijaya mengatakan pihaknya sengaja membuka CPI dengan menyediakan konsep berwisata, belajar tentang tambak dan hutan mangrove, serta menikmati kuliner kepiting bakau bercangkang lunak.

Yushinta menjelaskan pelbagai sarana wisata seperti tracking ke hutan mangrove,  berfoto di sarang burung, tugu cinta,  teras sunset, serta bermain flying fox. Pengunjung juga bisa belajar bagaimana proses budi daya kepiting bakau cangkang keras dan kepiting bakau cangkang lunak atau soka.

Selain itu, pelbagai kuliner berbahan dasar kepiting bakau bisa dinikmati di Yushi Café n Resto yang berada di dalam kawasan seluas kurang lebih 20 hektare ini.

“Khusus kepiting cangkang lunak merupakan produk unggulan Unhas yang dikembangkan oleh tim peneliti yang sudah sampai tahap komersialisasi. Kita juga sengaja membuka kawasan hutan mangrove yang ditumbuhi berbagai macam pohon mangrove berusia ratusan tahun ini, untuk mengedukasi masyarakat soal bagaimana mangrove sebagai barier pelindung pantai dari gelombang dan badai," urai Yusinta.

Berwisata, Belajar, dan Makan Kepiting di Crab Park Indonesia

Dosen Fakultas Perikanan Unhas ini juga membeberkan bagaimana pihaknya mengelola sampah dari bahan yang tidak terpakai menjadi berguna dan menambah estetika keindahan CPI.

“Kursi dan meja di Yushi café misalnya, itu dari kincir yang rusak, termasuk sandal bekas, dan apa saja yang kami punguti di pantai, kami maksimalkan agar lebih berguna sebagai hiasan.”

Nursasmi  Yunita Sari, salah seorang pengunjung mengaku sangat menikmati suasana di kawasan taman kepiting pertama di Indonesia ini. Kawasan tambak yang disulap menjadi kawasan wisata menjadi daya tarik tersendirinya dan teman-temannya berkunjung ke CPI.

“Saya paling suka tracking hutan mangrovenya, udara sangat sejuk. Capek berkeliling, bisa menikmati kuliner kepiting, sangat klop. Kita bisa berwisata dan belajar banyak tentang kepiting dan hutan mangrove,”

Anda penasaran ingin menghabiskan akhir pekan di CPI? Dari arah Kota Makassar, Anda  perlu menempuh perjalanan darat sejauh 150 kilometer. Untuk tiket masuk, tergolong murah, per orang hanya dibanderol seharga Rp5 ribu saja.