Rabu, 01 November 2017 17:18 WITA

Pendakian Uluru di Australia Dilarang Mulai Tahun Depan

Editor: Suriawati
Pendakian Uluru di Australia Dilarang Mulai Tahun Depan
Uluru

RAKYATKU.COM - Pendakian Uluru di red centre Australia akan dilarang mulai bulan Oktober 2019. Keputusan bersejarah tersebut diambil pada hari Rabu (01/11/2017) setelah Uluru-Kata Tjuta National Park Board dengan suara bulat melarang praktik tersebut.

Uluru juga dikenal sebagai Batu Ayers, dipandang oleh banyak wisatawan sebagai destinasi yang harus didatangi ketika mereka berkunjung ke Australia. Namun, pengelola taman nasional tersebut meminta pengunjung untuk memahami peraturan baru ini.

"Jika saya melakukan perjalanan ke negara lain dan ada situs suci, area akses terbatas, saya tidak masuk atau mendaki, saya menghormatinya," kata ketua dewan taman nasional Uluru, Sammy Wilson dalam sebuah pernyataan, setelah pertemuan tersebut, dikutip dari AFP.

Menurut The Guardian, pelarangan pendakian di Uluru disuarakan Anangu (Penduduk Asli di Australia Tengah). Mereka telah lama meminta agar pengunjung tidak memanjat, selain karena ini adalah situs yang sangat disucikan, juga karena tanggung jawab budaya yang mereka rasakan atas tingginya jumlah korban luka dan kematian. Ada juga keluhan bahwa wisatawan kencing di atas, sehingga berpotensi mencemari sumber air.

Pendakian Uluru di Australia Dilarang Mulai Tahun DepanPendakian Uluru dimulai pada tahun 1930an namun pagar rantai tidak dipasang sampai tahun 1966, setelah dua kematian. Setidaknya ada 36 korban tewas yang diketahui sejak tahun 1950an, dan 74 korban selamat membutuhkan perhatian medis antara tahun 2002 hingga 2009 saja.

Sekitar 300.000 orang berkunjung setiap tahun di Uluru, dan meski tidak ada angka resmi mengenai jumlah pendakian, jumlah mereka dilaporkan menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.