Senin, 30 Mei 2016 16:09 WITA

Bandara Silangit Danau Toba Jadi Sasaran Ekspansi Industri Penerbangan

Editor: Wiwi Amaluddin
Bandara Silangit Danau Toba Jadi Sasaran Ekspansi Industri Penerbangan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Setelah Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air mendarat di Bandara Silangit, Danau Toba, kini giliran Wings Air untuk mendarat di bandara setinggi 1.400 meter dpl itu. 

Group Lion dan Batik Air ini menjadi feeder dari Bandara Kuala Namu, Medan ke Silangit. Selama ini feeder itu hanya dilayani oleh Susi Air. 

"Dengan penambahan rute Kuala Namu - Silangit ini, maka pariwisata Danau Toba semakin terbuka,"kata Menpar Arief Yahya. "Ada tiga hal krusial di pariwisata. Pertama akses, kedua atraksi, dan ketiga amenitas. Di ketiganya, BUMN bisa support dengan baik untuk Indonesia Incorporated," tambahnya.


Mulai 27 Mei 2016, pesawat tersebut akan terbang setiap hari selama tujuh hari seminggu, dimulai pukul 07.50 - 08.40 WIB, kemudian balik lagi ke Kuala Namu 09.05 - 09.55 WIB. Ini dilakukan karena akses Danau Toba semakin kuat, sehingga mempercepat pengembangan destinasi  Danau Toba.

Menpar Arief menyampaikan, Danau Toba terus digenjot agar bisa menjadi kawasan "Bali Baru" dari 10 top destinasi yang sudah diputuskan Presiden Jokowi. 

Olehnya, Angkasa Pura II mendapat tugas untuk memperpanjang landasan pesawat terbangnya sampai 2.650 meter, karena sering ada kabut dan awan di ketinggian itu. Juga memperlebar appron dari eksisting 30 meter, menjadi 45 meter. 


Dalam upaya itu, Kemen PU PR terlibat dengan tanggung jawab membangun infrastruktur jalan dari Silangit ke Toba, yang saat ini jalannya masih kecil, berliku dan naik turun.  

Loading...


Menteri BUMN, Rini Soemarno saat menggelar rapat koordinasi dan sinergi BUMN beberapa waktu lalu siap mensupport pariwisata di Parapat, Danau Toba. 

Namun, ia berharap pihaknya mampu bersinergi dengan tujuh bupati di kawasan Danau Toba. Ini disampaikan Rini Soemarno kepada Faslok pada saat Focus Group Discussion, Sabtu (28/5) di Hotel Inna Parapat, Danau Toba.


Khusus untuk danau Toba, ia menginstruksikan seluruh PTPN membangun Mess menjadi Hotel berstandar internasional. Tak hanya itu, sejumlah hotel juga didorong agar membangun hotel internasional, semisal PT Hotel Indonesia Natour, Patrajasa serta Garuda Indonesia, yang diminta menambah rute penerbangan langsung dari Singapore Kuala Namu dan negara negara lainnya. 


Lebih lanjut, kata Rini,  pembangunan Monumen Bungkarno di Parapat, bisa dikembangkan agar wisatawan nusantara tertarik datang Ke Danau Toba.

Sebagaimana arahan Presiden Jokowi yang memberikan arahan pada sidang awal kabinet pada tahun 2016 untuk memastikan kemajuan di lapangan pada 10 Destinasi Wisata Nasional, Termasuk pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba-Super Volcano Geopark yang merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata, selain Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo-Tengger-Semeru Jatim, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

Loading...
Loading...