08 October 2017 10:30 WITA

Baca Ini Dulu, Sebelum Mendaki Gunung Semeru

Editor: Fathul Khair Akmal
Baca Ini Dulu, Sebelum Mendaki Gunung Semeru
Foto: kopsuratmy.blogspot.co.id

RAKYATKU.COM - Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).

Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Didalam dunia Pendakian yang sudah banyak dilakukan oleh orang-orang disekitar kita, dikala itu seseorang hanya saja memiliki potensia dalam mengembangkan hobi tersebut. Agar seseorang dapat mengembangkan potensi tersebut dibutuhkanlah suatu informasi yang akan dikembangkannya.

Pertamakali pembahasan mengenai gunung semeru adalah gunung kerucut yang mempunyai puncak bernama mahameru. Di dalam kawasan gunung semeru terdapat danau yang bernama ranukumbolo dan danau tersebut lain, tidak lah seperti danau yang digunakan seenak-nya sendiri,seperti hal nya penduduk menggunakan untuk mandi, berenang, mencuci dan memancing. Danau Ranukumbolo tidak boleh digunakan seenak sendiri dan ada peraturannya.

Pembahasan berikutnya yaitu Gunung semeru terletak di lumajang Jawa. timur.ketinggian gunung semeru adalah 3676 Meter diatas permukaan laut (Mdpl), gunung tersebut juga di lestarikan taman nasional bromo tengger dan termasuk kawasannya. untuk bagi para pendaki kita juga harus melestarikannya lo..

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Setelah kita membahas tentang Gunung Semeru, agar para pendaki menggali lebih dalam tentang jalur pendakian, berikut ini kita akan membahas jalurpendakian dan waktu yang akan dibutuhkan untuk pendaki.

JALUR PENDAKIAN

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pergi-pulang. Untuk mendaki gunung dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal Kota Malang naik angkutan umum menuju desa Tumpang. 

Disambung lagi dengan jeep atau truk/pickup yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp20.000,00 hingga Pos Ranu Pani.

Sebelumnya mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat izin, dengan perincian, biaya surat izin Rp6.000 untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp2.000 per orang, Asuransi per orang Rp2.000.

Dengan menggunakan truk sayuran atau jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000/tenda, dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp5.000/buah. 

Di pos ini pun dapat mencari portir (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni Ranu Pani. Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.

-Ranu pani (base camp) 
-Ladengan dowo jarak tempuh 3km waktu tempuh 1,45 jam
-Ladengan dowo 
-Watu Rejeng jarak tempuh 3km waktu tempuh 1,30 jam
-Watu Rejeng 
-Ranu Kumbolo jarak tempuh 4,5km waktu tempuh 2.15 jam
-Ranu Kumbolo 
-Oro-Oro Ombo jarak tempuh 1km waktu tempuh 30 menit
-Cemoro Kandang jarak temput 1,5km waktu tempuh 30 menit
-Cemoro Kandang ke Jambangan jarak tempuh 3km waktu tempuh 1 jam
-Jambangan ke Kalimati jarak tempuh 2km waktu tempuh 30 menit
-Kalimati ke Arcopodo jarak tempuh 1 km waktu tempuh 2.30 jam
-Arcopodo ke Cemoro Tunggal dan Puncak MAHAMERU jarak tempuh 1,5 km waktu tempuh 3-5 jam

Untuk memulai pendakian, para pendaki diwajibkan untuk mengurus perizinan yang terletak di Ranupani, agar lebih mudah untuk mengetahui info pendaki jika terjadi sesuatu.

Persyratan pada saat perjinan yang wajib dilakukan antara lain :

-Surat keterangan kondisi sehat dari rumah sakit/dokter,
-Mengisi buku tamu
-Mengisi biodata peserta pendakian
-fotocopy kartu identitas yang masih berlaku sebanyak 2 lembar 
-Membayar tiket masuk, asuransi dan surat ijin pendakian 
-Mengisi formulir daftar barang yang harus dibawa pada saat pendakian

Base camp - Watu rejeng

Dari base camp ranupani, pendakian gunung semeru dimulai dengan jalur landai di pinggir perkebunan penduduk. Ikuti jalur pendakian kekiri, bukan jalur masuk kearah perkebunan penduduk. Jalur akan melewati jalan setapak di lereng bukit yang banyak ditumbuhi alang- lang dan juga pohon-pohon tumbang.

Setelah berjalan sekitar 5 km dan memakan waktu sekitar 2 jam setengah, akan tiba di watu rejeng. karena di lakasi tersebut terdapat bataun yang menyerupai tebing yang sangat indah sehingga dinamakan watu rejeng. pemandangan nya juga bagus ke arah lembah dan bukit-bukit yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus juga tak kalah indahnya.
Watu rejeng-Ranukumbolo.

Setelah sampai di watu rejeng para pendaki akan melanjutkan ke ranukumbolo, dari watu rejeng ke ranu kumbolo berjarak sekitar 4,5 km. jalur pendakian gunung semeru pada awal nya kondisi jalan nya masih landai dan santai. 

Barulah setelah sampai di pos 3, terdapat jalur tanjakan curam yang cukup menghabiskan tenaga para pendaki, tetapi jika sudah hampir sampai ke pos 4 jalur sudah landai. membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Jika para pendaki sudah sampai di Ranukumbolo, area tersebut para pendaki bisa mendirikan tenda ditambah dengan pemandangan danau ranukumbolo yang sangat indah, di situ pula para pendaki bisa menikmati pulas dengan bersanti dan ber foto-foto, jika waktu sunrise akan lebih indah danau tersebut.

Danau Ranukumbolo sudah menginjak di ketinggian 2.400 Mdpl dengan luas 15 Ha. namun terkadang cuaca di ranukumbolo bisa menjadi sangat dingin dengan suhu di bawa nol derajat, hingga kabut menjadi mengkristal. Jika terlalu siang kadang kabut lebih dulu tiba, disarankan lebih baik melanjutkan pendakian ke Kalimati.

Ranu kumbolo-Kalimati
Jalur pendakian dari Ranu kumbolo menuju ke Kalimati akan melewati tanjakan cinta, Oro Oro Ombo, Cemoro Kandang dan Jambangan. Jika para pendaki telah sampai di jambangan puncak Mahameru akan terlihat. 

Waktu tempuh Ranu Kumbolo-Kalimati kurang lebih 2,5 jam perjalanan. Di kawasan Kalimati terdapat sumber air. Para pendaki mulai melakukan summit attack biasanya mulai jam 12 atau jam 1 dini hari. Setalah sampai di jambangan, gunung semeru akan terlihat jelas yang sangat menawan para pendaki gunung banyak yang mengagumi para saat gunung semeru terlihat jelas.

Lokasi Arcodo
Lokasi Arcopo bisa dilihat setelah para pendaki menemukan plakat yang menempel di batang pohon. Permukaan tanah arcopodo sering kali dijadikan tempat camp tenda tetapi tempat nya terbatas hanya beberapa tenda saja yang bisa camp di Arcopodo. perjalan pendakian Kalimati menuju Arcopodo di butuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Dan jalur nya cukup terjal dan berat.

Arcopodo - Puncak Mahameru
Tidak lama lagi para pendaki akan menuju ke puncak gunung Semeru, yaitu Mahameru setelah melewati jalur pendakian. Track paling berat yaitu Arcopodo menuju puncak gunung Semeru "mahameru". Dikarenakan pasir yang lepas sehingga menyulitkan pergerakan kaki para pendaki, di situ pula para pendaki mulai merasakan kecapekan yang sangat amat dan fisik para pendaki juga harus kuat.

Bisa dinalarkan, karena track pendakian berupa pasir maka para pendaki diwajib kan memakai gaiters yang berfungsi sebagai pelindung agar saat perjalanan pasir tidak masuk ke sepatu. Waktu tempuh dari Arcopodo menuju Puncak Mahameru kurang lebih 4-5 jam . Tergantung juga fisik para pendaki.
  
Puncak Mahameru
Setelah menempuh dan melalui jalur pasir. Para pendaki akan berada di puncak gunung Semeru yang berketinggian 3676 Meter diatas permukaan laut (Mdpl). Di puncak Mahameru bersuhu sekitar 5-10 derajat, para pendaki juga akan disuguhi pemandang yang sangat indah. Gunung Argopura, Gunung Raung, Gunung Arjuna dan Welirang, Gunung Lawu dan kawah puncak yaitu Jonggring Saloko .

Sebelum jam 9 pagi, Para pendaki harus/diwajibkan agar meninggalkan area puncak gunung semeru, Karena pada jam sekitar 9-12 siang asap beracun dari kawah Jonggring Saloko akan mengarah ke lokasi puncak Mahameru tempat dimana para pendaki melihat view. Sehingga membahayakan keselamatan pendaki.

Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki gunung disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Gas beracun yang ada di puncak gunung semeru ini dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel, oleh penduduk yang berada di kaki gunung semeru setempat. 


Suhu dipuncak gunung semeru Mahameru berkisar 4-10 derajat Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai.

Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan November 1997 Gunung Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.

waktu terbaik saat mendaki gunung Semeru adalah pada musim kemarau, yaitu antara bulan Juni-September. Disarankan para pendaki jangan mendaki saat musim hujan. Dikarenakan pada musim hujan, jalur sering longsor, situasi badai membuat para pendaki bisa berpencar/kesasar.

Sumber: kopsuratmy.blogspot.co.id

Tags