Sabtu, 30 September 2017 08:57 WITA

Tengok Sejarah Kerajaan Gowa di Museum Balla Lompoa

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Tengok Sejarah Kerajaan Gowa di Museum Balla Lompoa

RAKYATKU.COM - Museum Balla Lompoa merupakan wisata sejarah yang berada di daerah Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan. Museum ini merupakan rekonstruksi dari Istana Kerajaan Gowa yang didirikan oleh pemerintahan Raja Gowa ke-31 pada tahun 1936. 

Arsitektur bangunan ini berbentuk rumah khas suku Bugis Makassar, yaitu rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. Museum dibangun di atas lahan seluas satu hektar yang dibatasi oleh pagar tembok yang tinggi.

Balla adalah sebuah kata dalam bahasa Makassar yang berarti rumah, sedangkan Lompoa berarti besar, sehingga artinya adalah rumah yang besar. Di bagian tengah museum terdapat ruangan utama dimana singgasana Raja berada, dan di sana tanda-tanda kebesaran kerajaan Gowa disimpan. Ruangan ini didominasi warna kuning dan merah yang kuat.

Silsilah para penguasa Kerajaaan Gowa juga dipajang di ruangan utama dari rumah tersebut. Dimulai dari Raja Gowa I Tomanurunga pada abad ke-13 sampai Raja Gowa terakhir Sultan Moch Abdulkadir Aididdin A.Idjo Karaeng Lalongan (1947-1957), yang kemudian menjadi bagian dari pemerintahan Republik Indonesia.

Tengok Sejarah Kerajaan Gowa di Museum Balla LompoaBangunan ini terdiri dari dua bagian, yaitu ruang utama seluas 60 x 40 meter yang di dalamnya terdapat kamar pribadi raja, tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, bilik kerajaan dengan luas masing-masing bilik berukuran 6 x 5 meter, dan ruang teras atau ruang penerima tamu seluas 40 x 4,5 meter. Bangunan ini banyak dilengkapi jendela sebagaimana ciri khas rumah Bugis.

Di museum ini terdapat sekitar 140 koleksi benda-benda kerajaan yang bernilai tinggi, seperti mahkota, gelang, kancing, kalung, keris, dan benda-benda lain yang umumnya terbuat dari emas murni dan dihiasi berlian, batu rubi, dan permata. 

Didalam ruang pribadi raja, terdapat sebuah mahkota raja berbentuk kerucut bunga teratai dengan bertabur 250 permata berlian. Di museum ini juga terdapat sebuah tatarapang, yaitu keris emas seberat 986,5 gram, dengan panjang 51 cm dan lebar 13 cm, yang merupakan hadiah dari Kerajaan Demak. Terdapat pula benda bersejarah lainnya, seperti 10 buah tombak, 7 buah tombak, 7 buah naskah lontar, dan 2 buah kitab Alquran yang ditulis tangan pada tahun 1848.

Tengok Sejarah Kerajaan Gowa di Museum Balla Lompoa

Tempat wisata sejarah ini terletak di Jalan KH Wahid Hasyim No 39, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Wisatawan dapat mengunjungi tempat ini setiap hari, mulai pukul 08.00 wita hingga 16.00 wita.

Selain itu, pengunjung dapat menikmati indahnya sejarah Kerajaan Gowa, dengan gratis. Karena Balla Lompoa tidak menerapkan memungut biaya untuk masuk. Aksesnya pun terbilang cukup mudah, karena dapat diakses melalui kendaraan umum dari Kota Makassar.