13 August 2017 23:41 WITA

Masjid Tua Bawah Tanah Jadi Objek Wisata di Sidrap

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Masjid Tua Bawah Tanah Jadi Objek Wisata di Sidrap

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Masjid tua di bawah tanah yang berada kawasan hutan Desa Bulo, Kecamatan Pancarijang, Kabupaten Sidrap, adalah sebuah spot wisata alam tersembunyi di Bumi nene Mallomo itu. 

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidrap, Anis Dahlan mengatakan, masjid tua di bawah tanah ini menjadi salah satu bukti sejarah peninggalan pejuang kemerdekaan 45.

“Ini merupakan spot wisata yang sangat menarik. Karena selain unik dan langka, tempat ini juga demikian sejuk dan memiliki pesona tersendiri,” kata Anis Dahlan, Minggu (13/8/2017).

Ia menjelaskan, masjid di bawa tanah itu berpotensi menarik wisatawan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pelestarian terhadap spot wisata tersembunyi ini. 

"Perlu promosi dan eksplor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap untuk memperkenalkannya. Ini sebuah catatan sejarah dan cagar budaya yang perlu dijaga kelestariannya," jelasnya.

Selain masjid bawah tanah di Kulo, Kabupaten Sidrap juga memiliki situs sejarah Islam lainnya berupaya sebuah masjid tua Jerrae di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae yang hingga kini masih terjaga kelesatariannya. 

"Usia masjid ini ratusan tahun. Tapi, model dan konstruksinya yang terbuat dari kayu tetap seperti dulu karena tidak pernah direnovasi sampai sekarang," tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Sidrap, Witarsa Aji mengaku kagum dengan keberadaan masjid tua di bawah tanah tersebut. 

"Saya sudah mengunjungi tempat itu. Sangat menarik dan sungguh menakjubkan. Perlu promosi dari pihak Pemkab Sidrap untuk mengenalkannya ke masyarakat luar agar menjadi objek wisata alternatif di daerah ini," ungkap mantan Kapolres Enrekang ini. 

Berita Terkait