Minggu, 16 April 2017 11:15 WITA

Menenangkan Diri ke Pantai Ora

Editor: Almaliki
Menenangkan Diri ke Pantai Ora

RAKYATKU.COM, MALUKU - Bulan April 2017 ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu seluruh petualan di Indonesia. Betapa tidak, ada dua momen libur panjang yang dapat dimanfaatkan, untuk sejenak meninggalkan rutinitas sehari-hari. 

Bagi Anda yang menginginkan suasana pantai berpasir putih dengan suasana tenang dan sepi, lalu menyelam melihat aneka terumbu karang dan ikan, Pantai Ora bisa jadi salah satu pilihan.

Pantai Ora terletak di ujung sebelah barat Teluk Sawai, tepi hutan Taman Nasional Manusela, Pulau Seram, Maluku. Pulau Seram yang terletak di sebelah utara Pulau Ambon, luasnya 18. 625 km persegi, dan merupakan pulau terbesar di Provinsi Maluku.

Soal akomodasi, berlibur ke Pantai Ora membutuhkan banyak tenaga dan banyak waktu. Dari kota Ambon, Anda harus menyeberang ke Pulau Seram.

Bagi yang ingin membawa kendaraan, bisa mnggunakan kapal fery dari pelabuhan Hunimua di Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah, dan merapat di pelabuhan feri Waipirit, lama tempuh waktu sekisar 2 jam. Sedangkan perjalanan dari kota Ambon ke Pelabuhan Hunimua ini sekisar 45 menit.

Jika tidak membawa kendaraan, bisa mnggunakan kapal cepat menuju ke Pulau Seram dan merapat di Pelabuhan Amahai di Pulau Seram. Biayanya sekitar Rp125 ribu. 

Jika sudah tiba di Waipirit atau Amahai, dilanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih empat jam ke Desa Saleman atau Desa Sawai.  Sesampainya di sana, dilanjutkan dengan menyewa speed boat atau perahu tradisional menuju Pantai Ora.

Menenangkan Diri ke Pantai Ora

Tempat ini menyimpan burung-burung unik dari 117 spesies. Beberapa jenis burung yang bisa ditemukan di area pantai ini antara lain nuri bayan, kasturi tengkuk-ungu, raja udang, dan kakatua Maluku.

Pantai Ora memang tidak memiliki daratan yang luas, karena wilayahnya berupa tebing, hutan tropis, dan barisan pegunungan. Namun, pesona pantai ini tak akan membuat pengunjung kecewa.

Karakter pantai berpasir putih, air jernih, dan bila diselami akan terlihat keindahan lain berupa terumbu karang, ikan, dan aneka ragam biota laut lainnya.

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Pantai Ora, mulai dari mengambil foto panorama alamnya, bermain pasir, bersantai di tepi pantai, jelajah kawasan sekitar, berjemur, berenang, menyelam, dan menikmati pemandangan.

Untuk melihat koral dan ikan, bahkan semuanya terlihat jelas dari permukaan laut. Jadi, bila tidak ingin menyelam, Anda tinggal melihatnya dari atas karena airnya sangat jernih.

Pantai Ora juga dianugerahi langit biru yang sedap dipandang dan saat sore menjelang. Warna langit yang berubah menjadi jingga dengan semburat keunguan memberikan kesan romantis.

Selain pantainya, Anda juga bisa ke Sungai Salawai untuk melihat proses proses pembuatan sagu dan pemetikan buah kelapa.

Anda juga bisa berjalan ke mata air yang disebut Air Belanda yang konon dulunya orang-orang Belanda sering mandi di mata air itu. Objek wisata lainnya ada Pulau Sawai, Pulau Raja, Pulau Kelelawar, Pulau Tujuh, Pulau Tengah, dan Pulau Sapalewa.

Wisatawan juga bisa menanjak melintasi hutan yang masih lestari di balik Negeri Sawai, menuju Pusat Pendidikan dan Rehabilitasi Satwa di Dusun Masihulan, Sawai, tempat melihat penangkaran burung kakaktua seram dan nuri seram. Jangan lupa melihat gua, air terjun, atau menghabiskan malam di pondok di tengah hutan.

Soal akomodasi, Anda bisa memilih untuk menginap di Ora Beach Resort yang merupakan satu-satunya penginapan yang berdiri tepat di atas perairan Pantai Ora. Saat ini, biaya untuk menginap di Ora Beach Resort sudah mencapai Rp1 juta per malam.

Penginapan dari kayu yang berdiri di atas laut tersebut memiliki pemandangan langsung ke perbukitan Taman Nasional Manusela. Sehingga waktu membuka pintu kamar, Anda bisa langsung melihat pemandangan Pantai Ora.

Namun, jika Anda merasa harga yang dirawarkan penginapan ini terlalu mahal, Anda dapat mencari alternatif penginapan lain di Desa Saleman atau Sawai, harganya lebih murah, mencapai Rp500-an ribu per malam.