Jumat, 13 Mei 2016 11:19 WITA

FEATURE

Siuran Angin dan Selimut Dari Kopi Kahayya Bulukumba

Penulis: Rahmatullah
Editor: Almaliki
Siuran Angin dan Selimut Dari Kopi Kahayya Bulukumba
Biji kopi Kahayya diambil dari galeri Kepala Desa kahayya, Abdul Rahman

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Terpaan siur angin serta sejuknya suasana perbukitan memang cocok ditemani dengan segelas kopi hitam asli yang diracik petani perbukitan. Di Kahayya lah, Anda bisa merasakannya. 

Penulis mengunjungi Kahayya belum lama ini. Kahayya adalah sebuah desa bagian Utara Kabupaten Bulukumba di Kecamatan Kindang. Kahayya berada sekisar 1000 hingga 1600 meter dari permukaan laut dan menjadi puncak paling tinggi Kabupaten Bulukumba. Mencapainya dari Kota Bulukumba, butuh waktu 2 jam melalui jarak 40 KM.

Nama Kahayya sendiri berasal dari bahasa Konjo yaitu "Kaha" yang berarti kopi, Kaha dalam bahasa Arab "Qahwa "yang berarti Kopi. Kata "Kaha" lalu mendapat imbuhan ‘Ya’ yang berarti menunjukkan tempat. Kahayya berarti tempat (yang banyak) kopi.

Desa Kahayya memiliki lahan pertanian seluas 319 hektare, sementara lahan perkebunan seluas 468 hektarea. Dari hamparan tanah subur nan hijau itulah, masyarakat menanam kopi yang menjadi komoditas andalan Kahayya. Bahkan perlu Anda tahu, masyarakat tidak menggunakan pupuk untuk pertumbuhan kopinya, sehingga cita rasanya betul-betul terjaga.

Sejak turun-temurun masyarakat setempat memang telah mengembangkan perkebunan kopi sebagai pendapatan pokoknya. Jenis kopi yang ditanam pun beragam, ada kopi arabika yang mendominasi serta kopi robusta.

Soal nama, memang masih agak sumir di ingatan banyakan seseorang. Tapi jangan salah, Kopi Kahayya sudah masuk ke pasar nasional dan internasional, terbukti baru-baru ini Kopi Kahayya sudah diperkenalkan ke negeri jiran Malaysia, Afrika dan Jakarta serta beberapa daerah lainnya.

Sekadar diketahui, masyarakat di daerah Kahayya mengonsumsi kopi tidak dengan gula. Mengapa? sebab masyarakat ingin, suhu tubuh mereka meningkat sehingga tidak kedinginan karena berada puncak tertinggi Bulukumba.

Berbicara tentang harga, Kopi Kahayya tak merobek kantong. Cukup Rp25 ribu per liter anda sudah bisa memboyongnya. Tapi bentuk bijian. 

Siuran Angin dan Selimut Dari Kopi Kahayya Bulukumba

Loading...

Meski begitu, Kopi Kahayya punya cerita buruk juga. Dituturi beberapa orang warga, kalau banyak pedagang dari lintas kabupaten yang membeli lalu mengklaim untuk dibuatkan brand baru di daerahnya.

"Kita di sini perlu mesin pengupas dan pembubuk, agar masyarakat tidak menjualnya ke kabupaten tetangga untuk diolah lalu dibuatkan merk baru," tutur Abdul Rahman, Kepala Desa Kahayya.

Ya, peran pemerintah memang vital dalam hal ini. Lagipula, katanya, kopi bisa melambungkan nama daerah. Toh, pada masyarakat perkotaan, sekarang lagi sedang menjamur peminum kopi. Bukan tidak mungkin, Bulukumba atau Kahayya jadi pemasok kopi di perkotaan tanpa mengandalkan daerah lain ataupun luar negeri.

Mendengar hal tersebut, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mendorong agar perkembangan produksi kopi di Kahayya terus meningkat dengan memberikan bantuan berupa mesin pengelola kopi.

"Kita dorong potensi yang ada di sana (Kahayya). Kita berupaya secepatnya membuat brand Kopi Kahayya agar tidak diklaim daerah lain yang membeli kopi lalu diproduksi sendiri," ungkapnya kepada penulis, saat dikonfirmasi, Jumat (13/5/2016).

"Ke depannya kopi kahayya akan dijadikan sebagai kopi ciri khas dari Bulukumba dengan memproduksi sebanyak-banyaknya agar masyarakat Kahayya bisa lebih mendapatkan hasil yang memuaskan," janji Tomy.

Ditunggu yah Pak....

Tags
Loading...
Loading...