Selasa, 10 Mei 2016 10:28 WITA

Begini Sensasi Makan di Atas Danau Matano Lutim, Maknyos....

Penulis: Rahim
Editor: Almaliki
Begini Sensasi Makan di Atas Danau Matano Lutim, Maknyos....

RAKYATKU.COM, LUWU TIMUR - Restoran terapung di tengah laut itu sudah biasa. Tetapi apa jadinya jika restoran di tengah danau? Di Luwu Timur, tepatnya di Restoran Balese Anda bisa merasakan sensasinya.

Sudah tujuh bulan restoran ini beroperasi, letaknya berada di permukaan Danau Matano, di Dusun Tapu Ondao, Sorowako. Tak jauh dari Komplek perhotelan, restoran ini dikelola oleh seorang perempuan tangguh bernama Rusnah Dudding (38).

Saat ditemui, Rusnah Dudding secara gamblang mengatakan kalau restoran miliknya nyaman ditempati mengaso dan berkongko. "Damai dan tenang sudah pasti. Alamiah, karena letaknya jauh dari pemukiman dan satu-satunya restoran yang berada di tengah danau," bebernya.

Bisa dibayangkan, jika makan di sana, Anda bisa menambat pandangan sejauh mungkin mengikuti batas Danau Matano disertai suara empasan air danau yang menerpa sangga restoran. Itu baru satu sensasi.

Pada sensasi santap-menyantap, restoran ini juga menyediakan pelbagai menu makanan, mulai dari makanan tradisional Tana Luwu sampai menu restoran internasional. Harga makanan untuk masing-masing porsi bervariasi, tergantung menu yang dipesan. Standar harga mulai dari Rp35 ribu sampai Rp50 ribu per porsi. 

Restoran Balese pun tidak pernah sepi pengunjung. Warga lokal, para tamu-tamu PT Vale lokal dan asing, kerap berkunjung untuk makan siang. "Sepengetahuan saya mereka yang datang ke restoran ini tidak ada yang lupa mengabadikan diri mereka dengan latar belakang danau," ujar Rusnah

Loading...

Dijelasi pula, jika Senin kemarin, Rombongan Bupati Luwu Timur ikut menjajal kenikmatan menu Restoran Balese ini. Walhasil orang nomor satu di Lutim ini pun mengaku Restoran Balese menimbulkan kesan tersendiri. "Menunya variatif, lezat, apalagi ada kapurung dan  lawak. Plong rasanya," kata Husler

Begini Sensasi Makan di Atas Danau Matano Lutim, Maknyos....

Husler pun menilai dan menjadi pengamat dadakan Restoran Balese. Katanya, desain restoran inilah salah satu yang membuat orang nyaman. Pemiliknya sengaja membuat ventilasi yang luas pada dinding, sehingga angin leluasa masuk dan mata bisa memandang lepas jauh ke seberang danau. 

Dengan berdirinya Restoran terapung ini, membuktikan warga sudah bisa memfungsikan kawasan danau untuk lahan pencaharian, jika selama ini danau hanya rekreasi alam, sekarang sudah meningkat menjadi lahan ekonomis buat warga.

Hanya saja ia berpesan, agar sampah makanan tidak dibuang ke danau, agar kebersihan danau tetap terjaga.

Loading...
Loading...