Senin, 09 Mei 2016 08:50 WITA

CITIZEN REPORT

Mencoba Legitnya Pisang Epe...

Editor: Almaliki
Mencoba Legitnya Pisang Epe...
Sewang Ansar penjual pisang efe di Pantai Losari sedang mempersiapkan makanan khas di Kota Makassar ini. (Foto: Rosida Ibrahim)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ingat Kota Makassar, pasti ingat Pisang Epe. Jajanan ini memang merupakan andalan para wisatawan tak terecuali mayarakat Makassar sendiri. Untuk mendapatkannya, kudapan ini mudah dijumpai di sepanjang Pantai Losari.

Pisang epe adalah pisang yang digepengi (diepe; bahasa Makassar) atau ditindis menggunakan balok kayu persegi panjang. Jenis pisang yang dipakai pun, adalah pisang mengkal dan tidak begitu matang. Setelah digepengkan, barulah pisang tersebut dibakar di atas arang. Tak hanya itu, pisang juga harus dikipas, biar arang tak membakar satu sisi pisang saja.

Penyajiannya pun unik. Dulunya, pisang epe setelah dibakar langsung disuguhkan dengan lumuran air gula aren yang dicampur dengan durian. Saat ini, sudah banyak pedagang yang menambahkan menu dengan keju, coklat, dan masih banyak ragam rasa yang ditawarkan.

Menoleh ke sejarah, sebelum bibir Pantai Losari terbangun, Pisang Epe sudah ada lebih dulu. Ia melegenda mengikuti Pasar Ikan di daerah setempat (Losari). Kala itu, memang usaha pisang epe sudah eksis pada masa itu.

Saat ini, setiap sore berkisar pukul 16.00 WITA, di Pantai Losari sudah berjajar gerobak-gerobak  pisang epe yang berhadapan langsung dengan tampakan meluncurnya matahari.

Seperti Sewang Anshar (57) yang merupakan seorang penjual pisang epe di Pantai Losari. Ia memulai bisnis pisang epe di usia remaja medio 1974 dan berlangsung hingga kini. "Sebelum Pantai Losari direnovasi dan masih bernama Pasar Ikan, saya sudah berjualan di sini," ujarnya.

Loading...

Menjual pisang epe menjadi hobi Sewang. Kesukaan dan kecintaan itu,  lahir karena Sewang sangat suka makan pisang epe.

Sehari Sewang dapat menjajakan sepuluh sisir pisang dan melayani 40-60 pengunjung per harinya. Harga yang ia patok per porsi dengan dua buah pisang, yakni Rp8 ribu hingga Rp12 ribu  tergantung pesanan pengunjung.

Menurut salah satu pengunjung mahasiswa dari Sengkang, Heril menyatakan bahwa setiap kali berkunjung ke Makassar, ia tidak akan pernah melewatkan momen meluncurnya matahari di Losari sambil ditemani sepiring pisang epe.

Citizen Report:

Rosida Ibrahim
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar
Melaporkan dari Makassar

Loading...
Loading...