09 November 2016 14:18 WITA

Cafe Keren dari Kontainer Ini Bakal Jelajahi Indonesia

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Cafe Keren dari Kontainer Ini Bakal Jelajahi Indonesia
Kontainer Phinisi Pop Up Galery yang akan difungsikan sebagai cafe. (Foto: Al Khoriah)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, memantau perkembangan pembuatan empat kontainer Phinisi Pop Up Galery, Rabu (9/11/2016). Kontainer ini digunakan sebagai salah satu rangkaian program Sulsel Selalu di Hati, di Kawasan Pelindo.

Keempat kontainer tersebut, nantinya memiliki bentuk seperti mini cafe. Tentu dengan isi yang beragam. Ada kontainer yang berisikan jenis-jenis kuliner yang akan dijual.

Ada pula kontainer yang digunakan sebagai dapur, serta ada kontainer yang digunakan untuk pemutaran film terkait destinasi di Sulsel. 

Rencananya Phinisi Pop Up Galery ini akan diluncurkan pada 12 November 2016 di depan Benteng Fort Rotterdam.

Syahrul mengatakan, ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dan segenap tokoh masyarakat serta pebisnis dalam mempromosikan Sulsel dengan cara yang unik tentunya.

"Bagaimana kita menjual Sulsel dengan segala potensi yang ada. Dengan keluar dari konsep-konsep yang bisa-biasa saja. Sekarang ini bentuknya bersifat langsung bersentuhan dengan kondisi objektif masyarakat," jelas Syahrul.

Ia menjelaskan bahwa Eksplore South Sulawesi melalui Sulsel Selalu di Hati merupakan rangkaian aktivitas yang termobilisasi secara terencana. Promosi potensi Sulsel dikemas sedemikian rupa agar dapat menarik langsung pengunjung.

Seperti dirancangnya Phinisi Pop Up Galery yang melakukan promosi dengan mengreasikan kontainer.

"Seperti dengan minum kopi toraja, makan makanan khas Sulsel, orang langsung merasa berada di Sulsel. Tidak hanya melihat gambar tapi langsung merasakan kehidupan di Sulsel. Itulah yang digagas oleh adik-adik kita dengan kreativitas yang ada. Lalu difasilitasi oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata," jelasnya.

Namun begitu, tentu saja ini konsep ini belum sempurna seutuhnya. Maka setelah peluncuran nantinya, Dinas Pariwisata dan tim kreatif akan melakukan evaluasi setelah melakukan uji terlebih dahulu di Sulsel. Setelah itu baru akan diluncurkan ke beberapa kota besar di Indonesia.