19 October 2016 10:58 WITA

Marroddo, Cara Warga Basseang Pinrang Bersyukur

Editor: Almaliki

RAKYATKU.COM, PINRANG - Pesta adat Mabbua merupakan tradisi turun-temurun yang yang dilaksanakan sekali dalam lima tahun dan dilakukan oleh masyarakat Basseang Kecamatan Lembang, Pinrang, Sulawesi Selatan.

Pemangku Adat Basseang, Sukarno mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas berkah yang dilimpahkan untuk masyarakat Basseang.

"Berkah itu berupa kesehatan, ternak yang berkembang biak maupun hasil pertanian yang melimpah," kata dia, Rabu (19/10/2016).

Dalam prosesinya, ada penyucian lesung, massunan bamba (keluar kampung) dan sejumlah rangkaian lainnya yang dilakukan selama 12 hari.

Ada pula tari Marroddo yang dilakukan para sepuh lelaki Basseang. Pada tari Parroddo ini, penari membuat lingkaran sambil menari mengelilingi piring yang berisi pinang dan dialasi dengan dedaunan.

Sementara kaum perempuan menggelar menani. Dalam Parroddo, dilantukan pantun-pantun dari bahasa setempat sebagai bentuk kegembiraan. Sementara kaum wanita berbalas pantun menggunakan bahasa lokal.

"Kaum perempuan itu diistilahkan berpantun dengan alam, karena isi pantunnya berisi ucapan rasa syukur kepada sang pencipta."

Para tetua yang terlibat dalam kegiatan Marroddo dan Mannani menggunakan pakaian putih, dengan sarung putih yang dijadikan selendang disertai kain penutup kepala. Sementara untuk wanita, menggunakan pakaian serba putih dengan ikat kepala warna merah.