Minggu, 11 September 2016 02:12 WITA

Kapal Pinisi Tak Sekedar Berlabuh di F8, Jejaknya adalah Peradaban

Penulis: Ais Nurbiyah Al- Jum'ah - Muh. Fadel
Editor: Muh. Taufik
Kapal Pinisi Tak Sekedar Berlabuh di F8, Jejaknya adalah Peradaban

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Selepas maghrib dan seusai menghalau keriuhan jejak-jejak kendaraan di sepanjang jalan yang menyelimuti kota Makassar. Kini saya berkesempatan menjejakkan kaki di Anjungan Pantai Losari, Makassar. Losari malam ini sangat berbeda, lampu-lampu jalan tak lagi sendirian, indah langit tak lagi berduka.

Mereka masih dikelilingi ratusan stand yang menjajakan kuliner khas Makassar, panggung megah dengan lighting yang hampir sempurna. Para petugas kebersihan berseliweran menenteng kantong plastik hitam berukuran besar sambil memungut apa saja yang dikehendaki tangan dan pikirannya. Orang-orang datang silih berganti seolah tak terputus.

Losari benar-benar di sulap layaknya miniatur peradaban kota Makassar hingga dihari terakhir perhelatan mega event Makassar International Eigh Festival & Forum (F8). Sabtu, (10/9/2016), malam.

Tak ketinggalan 9 kapal Pinisi dan tongkang berlabuh dianjungan pantai losari, yang kemudian menjadi main stage F8 dianjungan bugis makassar.

Kapal Pinisi Tak Sekedar Berlabuh di F8, Jejaknya adalah Peradaban

Pinisi selain menjadi ikon kota Makassar, kapal ini tidak hanya berlayar di samudera tapi telah menetapkan sejarah baru bagi kota Makassar. Adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan tepatnya dari desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba.

Konon dua tiang layar utama tersebut berdasarkan 2 kalimat syahadat dan tujuah buah layar merupakan jumlah dari surah Al-Fatihah. Pinisi adalah sebuah kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunar dengan dua tiang dengan tujuh helai layar dan juga mempunyai makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengarungi tujuh samudera besar di dunia.

loading...

Wali Kota Makassar Moh Ramadhan 'Danny' Pomanto mengatakan, Makassar International Eight Festival and Forum atau F8 adalah kecepatan budaya Makassar.

Kapal Pinisi Tak Sekedar Berlabuh di F8, Jejaknya adalah Peradaban

"Di dunia ini, kita kenal F1 yang merupakan simbol kecepatan mobil dan F16 adalah kecepatan pesawat udara. F8 adalah kecepatan budaya Makassar sekaligus melengkapi 'F' yang lain," ucap Danny saat pembukaan F8.

Kapal Pinisi Tak Sekedar Berlabuh di F8, Jejaknya adalah Peradaban

Danny juga mengatakan, F8 singkatan dari Film, Fashion, Folks, Flora, Fusion Jazz, Fiction Writer, Food, and Fine Art, ini merupakan terbesar di Indonesia sekaligus festival waterfront pertama terbesar di dunia. Sepanjang sejarah kata Danny, inilah pertama kalinya ada festival besar yang digelar di waterfront yakni pantai Losari Makassar sekaligus masuk dalam jajaran festival terbesar di dunia. Kegiatan ini dihadiri 20 negara dan 42 kabupaten/kota se-Indonesia.

Kapal Pinisi Tak Sekedar Berlabuh di F8, Jejaknya adalah Peradaban

HALAMAN
1 2 3 4 5
Loading...
Loading...