Rabu, 27 April 2016 17:25 WITA

ASITA Apresiasi Rizal Ramli Sidak Bebas Visa 

Editor: Andi Chaerul Fadli
ASITA Apresiasi Rizal Ramli Sidak Bebas Visa 
Menko Maritim, Rizal Ramli. int

RAKYATKU.COM, JAKARTA – Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) mengapresiasi inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar Menteri Koordinator Maritim, Rizal Ramli di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Soekarno Hatta, Senin lalu.

Sidak itu menyasar penerapan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang digalakkan pemerintah beberapa waktu lalu. Ketua Umum ASITA, Asnawi Bahar mengatakan, banyak anggotanya dari jasa perjalanan wisata dan tur mengeluhkan implementasi kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) itu karena di lapangan masih tidak “visa free.”

“Kami semua sadar, sebetulnya BVK adalah kebijakan yang sangat bagus. Kami merasakan ada pertumbuhan rata-rata 5 persen setiap bulannya. Tapi sayang, koordinasi antarlembaga atau kementerian masih lemah," katanya melalui keterangan pers yang diterima, Rabu (27/4/2016). 

Dia menambahkan, ketegasan Rizal Ramli menyidak penerapan kebijakan itu membuat ASITA bisa bernafas lega. "Beliau menemukan sendiri, masih banyak keluhan soal Wisman (wisatawan mancanegara) yang masih harus membayar visa on arrival. Meskipun negaranya sudah dinyatakan berstatus BVK,” jelasnya.

Dia yakin, kebijakan BVK yang diberlakukan untuk 169 negara itu bisa menaikkan kunjungan pelancong ke tanah air. "Mereka pasti akan memilih tempat wisata yang lebih mudah, murah, simple, tidak rumit, tidak harus antre menunggu, dan terbang di satu kota yang kehilangan waktu efektif," kata dia.

Bagi Indonesia, mereka tidak membayar USD 35, tetapi selama di tanah air mereka membelanjakan USD 1.200 per kepala per visit. Angka USD 35 itu tidak seberapa dibandingkan dengan USD 1.200, yang 40 persen digunakan untuk kuliner dan souvenir, 30 persen untuk airlines, dan 30 persen untuk hotel dan akomodasi.

Tags
HALAMAN
1 2