Kamis, 01 September 2016 14:49 WITA

Kasus Zika di Singapura Mengancam Pariwisata di Batam

Editor: Suriawati
Kasus Zika di Singapura Mengancam Pariwisata di Batam
Penumpang feri dari Singapura lewat scanner inframerah di Batam, Kepulauan Riau, pada 31 Agustus 2016 (Reuters)

RAKYATKU.COM - Peringatan Perjalanan ke Singapura yang dikeluarkan beberapa negara bisa berdampak negatif pada pariwisata di Kepulauan Riau. Itu karena kebanyakan wisatawan asing masuk provinsi ini melalui negara negara tetangga.

Asosiasi Tour Indonesia dan Agen Perjalanan Batam, Andika mengatakan sebagian besar wisatawan asing mengunjungi tujuan wisata terkenal di Pulau Riau seperti Batam, Bintan dan Karimun melalui Singapura.

Baca juga: Virus Zika Mewabah di Singapura, Banyak Wisatawan Terjangkit

Pada hari Selasa (30/08), Amerika Serikat bergabung dengan Korea Selatan, Australia dan Taiwan yang mengeluarkan peringatan perjalanan untuk mengunjungi Singapura menyusul ditemukannya kasus Zika yang ditransmisikan secara lokal.

Kasus Zika di Singapura Mengancam Pariwisata di BatamAndika mengatakan, dampak dari peringatan perjalanan akan terlihat dalam 15 hari ke depan. "Mereka yang baru berpikir untuk pergi ke Singapura mungkin akan berubah pikiran," katanya.

"Kami berharap Singapura bisa segera menangani masalah virus Zika. Semakin lama masalah, itu akan menempatkan kami dalam situasi yang lebih sulit," katanya pada The Jakarta Post.

Loading...

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Guntur Sakti mengatakan, sekitar 99 persen pengunjung asing di Kepulauan Riau masuk melalui Singapura. 

Wisatawan dari Korea Selatan dan Taiwan adalah salah satu pengunjung asing paling banyak ke provinsi setelah mengunungi Singapura, Malaysia dan India.

Dengan penyebaran virus Zika di Singapura, Guntur khawatir target provinsi dengan 2,6 juta wistawan tahun ini tidak mungkin tercapai.

Sementara itu, untuk mencegah virus zika masuk di Indonesia, pemerintah juga telah melakukan skrining pada semua wisatawan asal Singapura.

Tags
Loading...
Loading...