Selasa, 30 Agustus 2016 15:36 WITA

Saudia Airlines Buka Penerbangan Langsung Makassar ke Madinah

Penulis: Al Khoriah Etiek Nugraha
Editor: Sulaiman Abdul Karim
Saudia Airlines Buka Penerbangan Langsung Makassar ke Madinah
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menerima perwakilan Saudia Airlines di Kantor Pemprov Sulsel, Selasa (30/8/2016). (Al Khoriah Etiek Nugraha)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Maskapai Penerbangan Saudia Airlines akan membuka direct flight atau penerbangan langsung Makassar-Madinah. 

Rencananya, rute tersebut akan mulai dibuka pada 7 Desember 2016 mendatang. Kepala Perwakilan Saudia Airlines di Indonesia, Andri Bermawi mengungkapkan, Makassar merupakan kota keempat yang dibuka oleh Saudia Airlines. 

Penerbangan langsung tersebut akan dibuka nonstop dua kali seminggu, yakni setiap hari Rabu dan Sabtu. 

"Sebelumnya, Saudia Airlines sudah membuka direct flight ke Medinah dari Jakarta, Surabaya, Medan, kemudian kita akan buka di Makassar. Insyaa Allah, kami akan buka kantor perwakilan di Makassar," kata Andri, usai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur, Selasa (30/8/2016).

Adapun armada yang digunakan Saudia Airlines nantinya, yakni pesawat Boeing 747-400, double decker dengan kapasitas 450 penumpang. Sehingga dalam seminggu sekitar 900 jamaah umroh baik dari Sulsel, maupun daerah sekitar dapat diberangkatkan melalui penerbangan langsung ini.

Alasannya pihaknya memilih Makassar untuk membuka penerbangan langsung ini, karena ia melihat jumlah jamaah umroh di Sulsel sangat tinggi. Kisarannya, 165 ribu orang pertahun.

"Dengan adanya penerbangan langsung ini, memudahkan masyarakat untuk melakukan ibadah umroh. Perjalanan yang ditempuh dari penerbangan langsung ini sekitar sepuluh setengah jam," jelasnya.

Loading...

Saudia Airlines Buka Penerbangan Langsung Makassar ke Madinah

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku, sangat bersyukur dengan dibukanya direct flight Makassar - Medinah oleh maskapai penerbangan Saudia Airlines ini. 

Bahkan, ia menyebutkan, jika dibandingkan dengan jumlah jemaah umrah yang rata-rata 300 orang per hari, belum sebanding dengan penerbangan yang hanya dua kali seminggu. Tapi ia mengaku hal ini merupakan tahap awal dari harapan melaksanakan ibadah umroh dengan mudah.

"Tentunya ini sangat menguntungkan kita. Tapi, saya harap Saudia Airlines bisa membuka kantor perwakilan disini sehingga jika ada masalah bisa langsung dikoordinasikan secepatnya," kata Syahrul.

Bahkan, ia mengijinkan agar kantor pemerintah provinsi digunakan sebagai kantor perwakilan sementara, jika pihak Saudia Airlines mengalami kendala terkait tempat.

"Dengan ini, secara bertahap kita wujudkan harapan rakyat," pungkasnya.
 

Loading...
Loading...