Selasa, 21 Januari 2020 18:42 WITA

Pemkab Sinjai Fokus Pengembangan Wisata, Berikut Potensi Destinasinya

Penulis: Rahmatullah
Editor: Adil Patawai Anar
Pemkab Sinjai Fokus Pengembangan Wisata, Berikut Potensi Destinasinya

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pendapatan Asli Daerah (PAD) disektor pariwisata kini meningkat. Hal itu dikarenakan traveler menjadi gaya hidup.

Kabupaten Sinjai menangkap peluang itu. Kini Bupati Sinjai Andi Seto Asapa dan wakilnya Andi Kartini kini menggenjot pembangunan infrastruktur untuk kemudahan dan kenyamanan objek wisata.

Tahun 2020 ini dianggap sebagai tahun wisata di Butta Panrita Kitta, julukan Kabupaten Sinjai.

"Pemkab mendorong itu karena sektor pariwisata sebagai investasi yang bisa mempercepat pendapatan daerah dan masyarakat sekitar," Ungkap Kepala Dinas Infokom Sinjai Irwan Suaib.

Bukan tidak mungkin, potensi wisata memang sangat menjanjikan di Sinjai. Kolaborasi pemerintah desa dan pemerintah kabupaten untuk mendorong sektor tersebut menjadi hal yang perlu dilakukan.

"Sisa masyarakat bersama pemerintah desa dan pemerintah kabupaten perlu berkolaborasi menangkap peluang investasi ini," kata Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan itu.

Letak geografis Sinjai, memiliki keunikan tersendiri dengan daerah lain. Kabupaten Sinjai, memiliki bentangan laut yang lumayan luas. Dikenal juga sebagai penghasil ikan terbaik di Selatan Sulsel.

Diketahui, Sinjai memiliki 9 Pulau yang juga satu kecamatan, dikenal dengan nama Kecamatan Pulau Sembilan. Objek wisata di daerah ini cukup menarik untuk dikunjungi. Pulau Larea-rea yang merupakan objek wisata indah dengan hamparan pasir putihnya, dan Puskesmas Wisata yang terletak di Pulau Harapan, yang hanya dimiliki Kabupaten Sinjai dibanding daerah lainnya di Sulsel.

loading...

Di daerah pegunungan pun, Sinjai punya alam yang indah. Kabupaten yang dikenal masyarakatnya ramah-ramah ini, juga terkenal dengan air terjunnya yang hampir ada disetiap kecamatan yang terletak di daerah pegunungan. Sebut saja Air terjun kembar 3 di Sinjai Borong, Air Terjun Selndang Bidadari di Sinjai Barat, dan Air Terjun Bertangga di Tellulimpoe.

Selain sektor pariwisata, ASA akronim nama Andi Seto Asapa juga mendorong pengembangan gula aren yang memiliki pasar terbuka. Berbeda di daerah lainnya, gula aren dari Kabupaten Sinjai memiliki keistimewaan sendiri. Manisnya yang tak membosankan.

"Misalnya pasar kita di Makassar seperti kantor, perhotelan umumnya sudah beralih ke konsumsi gula aren dan mulai mengurangi penggunaan gula pasir," kata Irwan.

Daerah potensial pengembangan gula aren atau gula merah tersebar di kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Tengah, Sinjai Selatan, Sinjai Borong dan Tellulimpoe.

Pengelola yang baik akan menjadi tantangan berikutnya di tengah masyarakat. Pemkab Sinjai bahkan sedang mempersiapkan pengelolaan untuk menjadikan gula aren menjadi gula bubuk. 

"Lagi-lagi Pemkab Sinjai mensuport pengembangan ini. Masyarakat sisa berkreasi dan berkolaborasi, dan kami hadir di tengah-tengah mereka," jelas Irwan Suaib.

Loading...
Loading...