Jumat, 19 Agustus 2016 04:00 WITA

Laporan Perjalanan Rakyatku.com dan XL dari Toraja 

Menyaksikan Indahnya Matahari Terbit Berlatar Patung Yesus

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Sulaiman Abdul Karim
Menyaksikan Indahnya Matahari Terbit Berlatar Patung Yesus
Sejumlah awak jurnalis Makassar dan manajemen XL Makassar, berfoto bersama dengan latar Patung Yesus di Toraja, Kamis (18/8/2016). (Sutrisno Zulkifli)

RAKYATKU.COM, TORAJA - Tana Toraja menawarkan banyak objek wisata buat para pengunjungnya. Salah satunya tempat yang memiliki nilai spiritualitas tinggi bagi umat Kristiani. Yakni Wisata Religi Buntu Burake di Makale, Tana Toraja.

Kamis (18/8/2016) pagi, Manajement XL Makassar mengajak beberapa pewarta Makassar berkunjung ke tempat ini. Di puncak Burake, terdapat Patung Yesus setinggi sekitar 40 meter. Patung itu dianggap sebagai Patung Yesus tertinggi di dunia, menyaingi patung yang sama di Brazil.

Pagi itu tampak tak ada pengunjung. Biasanya, untuk masuk ke kawasan tersebut, per orang dikenakan retribusi sebesar Rp5 hingga 10 ribu. Namun, untuk kesempatan itu tidak.

Dari pusat Kota Makale, perjalanan dengan mengendarai mobil dapat ditempuh sekitar 30-40 menit. Jaraknya sebetulnya tak begitu jauh. Hanya saja medan jalan yang menanjak dan terjal, membuat para pengunjung patut berhati-hati. Belum lagi, jalan menuju ke puncak bukit yang berada sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut itu, terbilang licin dan berbatu.

Menyaksikan Indahnya Matahari Terbit Berlatar Patung Yesus

Sekitar pukul 6.30 Wita, para pengunjung yang berjumlah 14 orang sampai di atas. Waktu itu, tak ada seorang pun yang didapati. Namun, pemandangan begitu indah kala matahari perlahan menyinari. Mentari tampak begitu jelas terlihat sembari memantulkan cahayanya.

Loading...

Hanya sayang, untuk berfoto, pengunjung belum dapat mendapatkan hasil terbaik. Sebab, patung Yesus yang menjadi 'jualan', membelakangi matahari terbit.

"Agak gelap jadinya kalau foto. Patung Yesus tidak begitu kentara," ujar Marketing Komunikasi XL Makassar, Maya. Tak ingin kehilangan moment berharga ini, foto bersama pun tetap dilakukan.

Untuk sampai di puncak, ada dua jalan yang dapat dilewati. Umumnya, pengunjung yang menggunakan kendaraan bermobil harus memarkir kendaraannya di tempat yang memang telah disediakan. Setelah itu, pengunjung harus melewati 1.000 anak tangga sebelum sampai di tempat.

Sementara, bagi pengunjung khusus, dapat memarkir kendaraan lebih dekat, dan tanpa menaiki 1.000 anak tangga tersebut. "Mestinya itu diberi nomor di anak tangga, jadi orang bisa berfoto-foto sesuai dengan nomor kesukaannya. Misalnya nomor sesuai tanggal lahir atau sesuaikan tanggal jadiannya," celetuk salah satu pengunjung lainnya.

Di area itu pula, terdapat Gowa Bunda Maria. Biasanya, pengunjung gunakan untuk bermunajat kepada Yang Maha Kuasa. "Tapi belum buka ini. Mungkin masih terlalu pagi," terang Maya.

Tags
Loading...
Loading...