Kamis, 04 Agustus 2016 23:07 WITA

Anggiat: Pengusaha Hotel Sudah Jatuh Tertimpa Dump Truk

Editor: Muh. Taufik
Anggiat: Pengusaha Hotel Sudah Jatuh Tertimpa Dump Truk

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga berharap, ada perbaikan kebijakan di bidang ekonomi pasca pergantian menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Pasalnya, sebelumnya, ada banyak kebijakan ekonomi yang sangat merusak iklim, khususnya bagi dunia perhotelan.

"Saya berharap pasca resuhfle kabinet jilid 2, tidak ada lagi kebijakan ekstrim hingga membuat ekonomi dan investasi mati suri," terang Anggiat.

Menurut Anggiat, pemerintah harus memahami dana pemerintah ke rakyat, itu juga menjadi stimulus ekonomi di daerah. Kalau ini menjadi keputusan, pemerintah harus menyiapkan insentif atau stimulus ke investor. "Misalkan dalam bentuk tax holiday, pengurangan tarif dasar PLN, penurunan suka bunga perbankan atau dalam bentuk lainnya. Agar pengusaha masih bisa menjaga keberlangsungan usahanya," jelas Anggiat.

Anggiat: Pengusaha Hotel Sudah Jatuh Tertimpa Dump Truk

Dalam tahun ini Presiden Jokowi sudah mengeluarkan Inpres No. 4/2016 yang memotong anggaran semua kementerian sebesar Rp50 Trilyun.

Loading...

Hal ini, menurut Anggiat, telah memberikan dampak yang signifikan dalam industri perhotelan. Karena mayoritas anggaran yang terpangkas merupakan anggaran perjalanan dan rapat-rapat koordinasi.

"Hari ini pemerintah lewat menteri keuangan akan memangkas anggaran Rp68,8 trilyun dana ke daerah pastinya akan membuat iklim bisnis perhotelan ibarat sudah jatuh tertimpa dum truk," ujarnya.

Dana kementerian yang mendapat 2 kali pemangkasan dalam 1 tahun ini, lanjut Anggiat, serta efek over supply kamar membuat industri perhotelan kedepannya pelan dan pasti akan bersoal diperbankan karena industri perhotelan itu padat modal dimana 65 sampai 70% menggunakan dana perbankan.

"Saya teringat pada tahun 1998 lalu, dimana banyak aset termasuk perhotelan banyak dilelang oleh perbankan karena tidak mampu membayar kewajiban perbankannya. Ini yang tidak diperhitungkan oleh pemerintah karena efek tidak hanya ke investor tapi juga ke pemerintah dan masyarakat," demikian Anggiat.

Loading...
Loading...