Sabtu, 13 Juli 2019 14:31 WITA

Dukung TIF 2019, Industri Pariwisata Sulsel Gagas Paket Wisata Pentahelix

Editor: Nur Hidayat Said
Dukung TIF 2019, Industri Pariwisata Sulsel Gagas Paket Wisata Pentahelix
Ketua DPD ASITA Sulsel, Didi L Manaba (kanan) dan Direktur Eksekutif BPPD Sulsel, Hendra Nick Arthur (kiri).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pelaku industri pariwisata Sulawesi Selatan akhirnya mengagas paket wisata pentahelix daerah untuk mendukung pelaksanaan event nasional Toraja Internasional Festival (TIF) 2019 yang berlangsung di Kete Kesu, Toraja Utara, 19-21 Juli 2019.

Hal ini seperti disampaikan Ketua DPD ASITA Sulsel, Didi L Manaba, menilai event yang telah tujuh kali diselenggarakan di Toraja ini perlu mendapat dukungan dari sejumlah pihak termasuk stakeholder di Sulawesi Selatan.

"Kita perlu ikut berpartisipasi meramaikan event yang masuk dalam 100 event wonderful Indonesia ini. Ini kegiatan bergengsi nasional perlu kita dukung bersama-sama," ujar Didi dalam siaran persnya, Sabtu (13/7/2019).

Didi mengaku telah meminta sejumlah member ASITA untuk membuat variasi paket wisata yang bisa memfasilitasi sejumlah pihak mengikuti rangkaian kegiatan Toraja Internasional Festival pada bulan ini.

"Kami sudah minta anggota ASITA buat paket yang bisa dikerjasamakan dengan unsur Pentahelix, sehingga nama paket tour itu dinamakan "Paket Pentahelix TIF 2019," ucapnya.

Variasi paket wisata ini, lanjutnya, sebagai bentuk apresiasi pelaku industri di Sulawesi Selatan dalam mendorong promosi destinasi andalan Sulsel ke mancanegara.

"ASITA akan merancang variasi paket mulai dari personal grup sampe korporasi. Kegiatan ini juga dilakukan untuk mendukung upaya promosi daerah. Badan Promosi akan kami libatkan juga dalam program bersama ini," kata Didi yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel.

Hal sama juga disampaikan Direktur Eksekutif BPPD Sulsel, Hendra Nick Arthur yang mengaku telah menjalankan program kerja yang di amanahkan UU No.10/2009 Tentang Kepariwisataan dengan berkolaborasi bersama asosiasi industri kepariwisataan daerah.

Dia menjelaskan supporting even Wonderful Indonesia di Sulsel ini bisa memfasilitasi pelaku industri lainnya seperti GIPI Sulsel, PHRI Sulsel, IHGMA dan HPI Sulsel terlibat dalam program promosi dalam bentuk Paket Wisata Pentahelix daerah ini.

"Kami berharap bukan member Asita saja yang peduli dengan even TIF 2019 ini. Tetapi organisasi atau asosiasi lainnya juga ikut berpartisipasi. Kami sudah kontak Ketua GIPI Sulsel dan beliau langsung turun tangan ikut berkolaborasi. Semoga institusi dan lembaga lain punya spirit yang sama," ucapnya.

Keterbatasan anggaran promosi daerah, kata dia jangan menjadi hambatan. Empat even nasional Wonderful Indonesia termasuk TIF 2019 di Toraja butuh dukungan seluruh stakeholder daerah.

"Masalah minimnya anggaran promosi sebaiknya jadi tantangan bersama. Kondisi inilah yang menjadi challenge untuk lebih inovatif dalam merancang program maupun produk andalan daerah. Kondisi kekinian butuh pelibatan semua pihak. Energi pentahelix daerah perlu dioptimalkan," ucap Hendra.

Sejauh ini, lanjutnya BPPD Sulsel telah menyiapkan resource promosi digital "Sulsel Experience" yang siap berkolaborasi dengan sejumlah pelaku industri menyiapkan sarana promosi pariwisata daerah.

"Meski diselimuti keterbatasan. Kami sudah merancang produk promosi digital. Saatnya bergerak. Konsep teori promosi yang berteharan selama ini sebaiknya segera di eksekusi," kata Hendra yang juga aktif sebagai Sekertaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Selatan ini.

Selain TIF 2019, dia berharap tiga event lainnya termasuk eight festival yang dikenal dengan F8 tetap dilaksanakan tahun ini.

"Even F8 bukan hanya kebanggaan warga Makassar. Sembilan juta warga Sulawesi Selatan juga sebenarnya ikut berbangga. F8 telah masuk dalam top 10 even terpopuler Wonderful Indonesia tahun ini. Bayangkan saja, F8 terpilih dari 100 even yang terseleksi di Kalender Even Promosi Kementerian Pariwisata RI," tutupnya.

Loading...
Loading...

Berita Terkait