Selasa, 04 Juni 2019 02:15 WITA

5 Ritual Adat Unik di Semarang

Editor: Nur Hidayat Said
5 Ritual Adat Unik di Semarang
Dugderan. (Foto: christinlia12.blogspot.com)

RAKYATKU.COM - Siapa tak kenal Semarang? Ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini dikenal sebagai salah satu “surga kuliner” di Indonesia. Tak hanya itu saja, Semarang pun kaya akan destinasi wisata menarik dan adat budaya yang kental. Inilah mengapa wisatawan sangat menyukai Semarang. Konon, sekali Anda mengunjungi Semarang, Anda selalu ingin kembali.

Ini ritual adat di Semarang yang perlu Anda ketahui! Agar liburan Anda semakin menyenangkan, tak ada salahnya untuk mempelajari adat dan budaya di Semarang lebih dulu. Selain menambah pengetahuan, hal ini akan memudahkan Anda berbaur dengan warga sekitar.

Salah satu budaya yang masih dilestarikan hingga kini oleh masyarakat Semarang adalah ritual adat. Terdapat beberapa ritual adat yang perlu Anda ketahui, di antaranya sebagai berikut.

1. Dugderan
Upacara adat dugderan biasanya diselenggarakan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Upacara ini dimulai dengan pemukulan beduk yang dilanjutkan dengan dentuman meriam. Suara yang dihasilkan dari kegiatan inilah yang menjadi dasar penamaan ritual adat Dugderan.

Biasanya, setelah upacara usai diadakan pawai keliling kota mengenakan pakaian adat. Terdapat pula festival tradional Semarang yang sayang jika dilewatkan.

2. Magengan
Selain dugderan, Semarang pun masih melestarikan upacara Magengan, yakni ritual adat yang digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Magengan tercatat sebagai salah satu tradisi yang dibawa oleh Sunan Kalijaga, penyebar Islam di tanah Jawa.

Sedikit berbeda dari upacara Dugderan, pada upacara Magengan warga harus melakukan bersih diri. Tidak hanya sebatas raga, melainkan juga jiwa demi menjaga kesucian bulan Ramadan. Puncak dari ritual adat ini ditutup dengan makan bersama. Sebagai rasa syukur dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan, warga akan membagikan kue apem.

3. Nyadran
Nyadran merupakan ritual adat yang dilakukan ketika bulan Ruwah tiba. Warga akan berkumpul untuk membersihkan makam secara bersama-sama. Setelah makam selesai dibersihkan, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Tak jarang, ritual adat ini juga dilakukan secara personal dengan mengunjungi makam keluarga, membersihkan, dan mendoakannya.

Loading...

4. Padusan
Selain upacara Dugderan dan Mangengan, Semarang masih memiliki satu tradisi lain yang juga digelar untuk menyambut Ramadan, yakni Padusan. Upacara adat ini berasal dari Bahasa Jawa “adus” yang artinya mandi atau membersihkan diri.

Biasanya, upacara Padusan ini dilakukan warga dengan mandi bersama di satu tempat, seperti kolam pemandian. Warga setempat yakin bahwa dengan membersihkan diri, ibadah puasa di bulan Ramadan akan lebih lancar dan berkah. Serupa dengan Magengan, tradisi Padusan pun dibawa oleh Walisongo ketika menyebarkan agama Islam di Nusantara, khususnya Pulau Jawa.

5. Popokan
Satu lagi ritual adat yang masih dilakukan oleh masyarakat Semarang hingga kini, yaitu Popokan. Upacara melempar lumpur ini biasanya digelar pada Jumat kliwon di bulan Agustus. Konon, ritual ini dulunya berawal dari kisah seekor macan yang mendatangi daerah Beringin.

Lantaran menganggu dan mengancam keselamatan warga, macan tersebut diusir menggunakan lumpur. Kini, upacara Popokan dilakukan untuk menolak bala agar terhindar dari kejahatan dan hal buruk lainnya.

Itulah sejumlah ritual adat di Semarang yang perlu Anda ketahui. Sebelum berlibur, pesan tiket pesawat ke Semarang melalui aplikasi Airy. Dapatkan tiket Citilink dengan harga murah dan nikmati fasilitas berupa reschedule tiket, pengembalian dana, dan pembayaran melalui transfer bank, gerai Indomaret, atau kartu kredit.

Airy pun menjamin transaksi aman, bebas dari penipuan. Jika Anda hendak melakukan perjalanan bisnis, Airy menyediakan layanan tersebut dengan harga bersahabat. Tunggu apa lagi? Ayo, liburan ke Semarang sekarang!

Loading...
Loading...