Selasa, 14 Mei 2019 01:45 WITA

Tradisi Adat Unik yang Sering Dilakukan Masyarakat Surabaya

Editor: Nur Hidayat Said
Tradisi Adat Unik yang Sering Dilakukan Masyarakat Surabaya
Foto: Suara Publik.

RAKYATKU.COM - Seperti kata pepatah, setiap daerah memiliki tradisi uniknya masing-masing. Tradisi ini tidak hanya muncul dari suku setempat saja. 

Terkadang akulturasi budaya juga sering muncul dan menghasilkan adat atau tradisi baru. Di Surabaya, tradisi unik juga muncul dan dilakukan oleh semua atau sebagian orang saja.
 
Nah, kalau Anda kebetulan sedang berada di Surabaya dan ingin menyaksikan tradisi unik kota ini, berikut adalah beberapa rekomendasinya.

1. Bubak
Bubak adalah salah satu tradisi di dalam upacara pernikahan yang dilakukan masyarakat Surabaya. Keluarga yang menikahkan anak pertama, khususnya perempuan akan menyediakan puluhan alat rumah tangga seperti penggorengan, spatula, panci, hingga kemoceng. Setelah temu pengantin dilakukan, barang itu akan dibagi atau biasanya jadi rebutan tetangga sekitar.

Maksud dari penyelenggaraan bubak adalah menolak bala atau musibah. Dengan melakukan itu, pengantin akan diberi rezeki yang melimpah. Selain itu, bubak juga ungkapan bersyukur yang ingin dibagi anggota keluarga kepada tetangga sekitar.

2. Sedekah Bumi Sambikerep
Sedekah Bumi Sambikerep adalah wujud rasa syukur masyarakat setempat setelah menerima hasil bumi yang melimpah. Masyarakat setempat biasanya akan membuat semacam tumpeng yang diisi dengan hasil bumi yang melimpah seperti buah dan juga sayur.

Sedekah bumi merupakan tradisi yang dilakukan di punden. Biasanya masyarakat akan berkumpul bersama untuk melakukan doa. Selanjutnya, tumpeng akan diperebutkan oleh banyak orang. 

Pada acara ini tradisi gulat dimainkan oleh masyarakat. Pada puncaknya akan ada pagelaran wayang atau Ludruk khas Surabaya.

3. Larung Ari-Ari
Ari-ari adalah plasenta yang ikut keluar bersama dengan bayi. Di beberapa daerah di Jawa Timur, ari-ari yang sering disebut sebagai kembaran bayi akan dipendam di dekat rumah. Masyarakat menganggap kalau dipendam di dekat rumah akan memberikan dampak positif. Bayi tidak akan mengalami rewel karena merasa dekat dengan kembarannya.

Loading...

Tradisi memendam ari-ari ini ternyata tidak terjadi di masyarakat Surabaya pesisir. Masyarakat nelayan yang ada di sana lebih sering melakukan larung ari-ari ke lautan. Ari-ari biasanya akan dibungkus dengan kain lalu dilarung atau diceburkan ke laut. Sesaat setelah melarung, bunga-bunga akan ditebar diiringi dengan doa dan tetembangan.

4. Pengantin Pegon
Pengantin Pegon adalah tradisi Surabaya yang jarang dilakukan oleh masyarakat karena mahalnya biaya. Biasanya masyarakat menengah ke atas melakukannya dengan melakukan iring-iringan dengan tradisi Surabaya, Arab, dan Tiongkok.

Arak-arakan biasanya berjalan sangat meriah dan menjadi tontonan warna setempat. Saat ini tradisi ini hanya dilakukan sesekali  saja atau dilakukan saat ada pameran budaya untuk melestarikan budaya lokal yang sudah hampir punah.

Setelah melakukan penelusuran tradisi unik di Surabaya, kurang lengkap rasanya tidak menikmati suasana kota yang meriah setiap malam. Anda bisa menjelajahi kawasan kota pahlawan untuk sekadar menikmati street food atau mencari foto yang menarik.

Kalau Anda memutuskan untuk menginap, ada banyak hotel di Surabaya. Anda tidak perlu khawatir akan kehabisan bujet. Cukup pesan hotel dari jaringan Airy melalui aplikasi mereka yang bisa diunduh dari Play Store dan App Store.

Booking hotel murah dari jaringan akomodasi terbesar se-Indonesia ini memiliki beberapa kelebihan. Selain memiliki 7 fasilitas standar yang dijamin, Anda juga mudah saat melakukan pembayaran. Pelunasan bisa dilakukan melalui transfer bank atau kartu kredit. 

Nah, kapan nih pelesir ke Surabaya?

Loading...
Loading...