Sabtu, 20 Oktober 2018 00:30 WITA

Perjalanan Berangkat Terasa Lebih Lama Dibandingkan Pulang? Ini Penjelasannya

Editor: Nur Hidayat Said
Perjalanan Berangkat Terasa Lebih Lama Dibandingkan Pulang? Ini Penjelasannya
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Sering melakukan perjalanan jauh ke suatu tempat dan bertanya-tanya kapan akan sampai ke tempat tujuan.

Biasanya sering merasakan perjalanan saat berangkat akan terasa lama dari pada saat pulang. Ternyata ini merupakan hal yang umum terjadi pada setiap orang.

Memang jarak antara saat berangkat dan pulang akan tetap sama. Namun terkadang malah merasakan waktu yang dihabiskan dalam perjalanan berangkat jauh lebih lama dari pada saat pulang.

Padahal waktu yang dibutuhkan saat berangkat dan saat pulang itu sama. Ternyata para peneliti sudah lama mengamati hal ini.

Dilansir Citylab.com, hal tersebut bernama return trip effect. Hal ini biasanya terjadi ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat baru yang belum diketahui.

Ketika melakukan perjalanan berangkat ke suatu tempat, otak akan cenderung lebih fokus untuk menghapalkan rute yang dilalui.

Saat sedang fokus, otak akan memberikan pemahaman bahwa waktu berjalan lebih lambat.
Sedangkan saat perjalanan pulang dengan rute yang sama, otak sudah lebih mengenali rute yang dilalui.

Karena sudah cukup menghafal rute perjalanan saat berangkat, hal ini membuat otak tidak perlu lagi fokus menghafal saat perjalanan pulang. Sehingga, merasa waktu juga akan terasa berjalan lebih cepat.

Return trip effect ini juga tidak akan begitu trasa jika saja sudah biasa melalui rute tersebut. Kemudian ada pendapat lain, saat berangkat ke suatu tempat, biasa memperkirakan kapan akan sampai di tempat tujuan.

Namun, ternyata perkiraan itu bisa salah dan sampai tidak pada waktu yang direncanakan.
Salah satu penyebab gagalnya perkiraan waktu perjalanan yaitu terjebak kemacetan di jalan.

Hal ini membuat seseorang terus melihat jam untuk mengecek apakah kira-kira bisa sampai pada tujuan tepat waktu. Sehingga menyebabkan merasa perjalanan ditempuh terasa lebih panjang.

Sedangkan saat pulang, merasa perjalan lebih cepat padahal lewat rute yang sama. Hal ini karena seseorang tidak lagi memperkirakan kapan akan sampai.

Sumber: Nikita

Berita Terkait