Kamis, 21 April 2016 14:34 WITA

Kemenpar-OJK Jalan Bareng Kembangkan Destinasi Wisata

Editor: Andi Chaerul Fadli
Kemenpar-OJK Jalan Bareng Kembangkan Destinasi Wisata

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah meneken kerjasama untuk mengembangkan destinasi dan industri pariwisata sejak Senin lalu. Kerjasama itu berupa skema pembiayaan oleh lembaga keuangan non-bank.

“Karena itu perlu ada skema pembiayaan oleh lembaga keuangan non-bank, seperti perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun, pasar modal, dan sebagainya yang akan membantu mempercepat pembangunan destinasi dan industri pariwisata di Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, Kamis (21/4/2016).

Kedua instansi pemerintah ini akan saling bertukar data dan informasi, sosialiasi dan edukasi, serta mendorong kemitraan usaha antara pelaku industri pariwisata dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK). "Hidupnya kawasan pariwisata itu akan memutar roda perekonomian di daerah,” kata dia.

Skema pembiayaan itu, kata Arief, untuk membiayai proyek-proyek pariwisata yang dilakukan pelaku usaha pariwisata, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, masyarakat (kelompok sadar wisata), dan sebagainya. Juga re-finance untuk pelaku usaha pariwisata seperti biro perjalanan wisata serta asuransi keselamatan jiwa bagi wisman dan wisnus untuk aktivitas wisata beresiko tinggi seperti diving, arung jeram, dan wisata minat khusus lainnya.

loading...

“Pemerintah telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector. Presiden telah menetapkan target pariwisata akhir tahun 2019 harus memberikan kontribusi 15 persen dari PDB nasional, menghasilkan devisa Rp240 triliun, serta menciptakan lapangan kerja sebanyak 13 juta orang," jelasnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, menjelaskan, saat ini belum banyak kemudahan akses pembiayaan dari lembaga keuangan ke industri pariwisata. Utamanya, pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pariwisata.

HALAMAN
1 2
Loading...
Loading...